Untuk melihat lebih lengkap materi UU No. 11 Th. 2008 Tentang UU ITE silahkan [ Klik Disini ]
Afrizal Dwi Wijanarko
Afrizal Dwi Wijanarko
Beginilah aktivitas keseharian anak kos.
ALUR CERITA
DOKUMENTER ANAK KOS ( KELOMPOK DAHLIA )
PUKUL
04.00
- Bangun tidur setelah mendengar adzan
subuh
- Sholat subuh berjamaah dalam kontrakan
- Setelah berjamaah sholat subuh kita
semua tidur kembali
PUKUL 07.00
- Afrizal (Bogel) bangun terlebih dahulu
untuk mandi dan membangunkan kita
- Kita semua mandi secara bergantian
untuk persiapan kuliah softball
- Afrizal membelikan sarapan untuk anak
kontrakan
- Kita semua makan bersama di kontrakan
PUKUL
09.00
- Apriyanto datang ke kontrakan untuk
mengajak berangkat kuliah bersama
- Kami semua berangkat kuliah softball
bersama-sama ke lapangan sidodadi
PUKUL
10.50
- Kita semua pulang kuliah softball
menuju ke kontrakan
- Kemudian kita semua istirahat
dikontrakan kecuali Apriyanto yang pulang ke kosnya
PUKUL
01.00
- Kita semua mandi bergantian untuk
persiapan berangkat kuliah Penjas Adaptif
- Lalu kami berangkat kuliah ke Kampus
UPGRIS GP 501
PUKUL
02.30
- Pulang kuliah Penjas Adaptif menuju kontrakan kembali
- Pulang kuliah Penjas Adaptif menuju kontrakan kembali
PUKUL
20.00
- Dikontrakan kita melakukan aktifitas
masing-masing
- Afrizal bermain gitar
- Luthfi mengerjakan tugas
- Ulul dan Deka kerokan
- Apriyanto pergi jalan-jalan
PUKUL
22.00
- Semua bergegas untuk tidur
- Semua bergegas untuk tidur
Afrizal Dwi Wijanarko
KISAH TENTANG AKU DAN IBU
Haloo semuanya, perkenal nama saya Afrizal Dwi
Wijanarko, disini saya akan menceritakan sedikit kisah tentang ku. D
Waktu aku kecil dari
baru lahir aku dirawat oleh ibuku, aku diasuh, dibimbing, di didik dan
diajarkan bagaimana rasanya berjuang dan hidup dalam kesederhanaan. Kala itu
aku masih ingat ketika ibuku masih berjualan dan aku selalu ikut membonceng
dibelakangnya. Waktu itu memang masih menggunakan sepeda karena dulu masih
sedikit yang mempunyai kendaraan bermotor, tidak seperti sekarang yang banyak
sekali punya sepeda motor sampe jalan pun macet karena motor. Aku masih ingat
ketika sedang berjualan dan ibu ku mengayuh sepeda nya, aku dibelakangnya
tiba-tiba kaki ku mengenai ruji sepedanya atau yang dinamai kecepit. Sakit
sekali yang aku rasakan dan ibuku mulai khawatir, akhirnya ibuku mengantarkanku
pulang kerumah. Ia dengan ikhlas mengobati agar aku cepat sembuh dan tidak
sedikitpun ia memarahiku karena keteledoranku. Aku sangat bangga dan sayang
sekali sama ibuku. Ia menghidupiku penuh dengan kasih sayangnya. Ketika
dirumahpun ibu selalu memasak untuk aku dan keluargaku sesuai dengan lauk
kesukaanku.
Masih
teringat dipikiranku, ketika aku memasuki umur 7 tahun atau baru pertama masuk
TK aku tak tau apa yang di rasakan oleh ibuku, kejadian ini saat semua di rumah
nenek ku yang tempatnya di pekalongan, aku merasakan kesedihan yang amat dalam
karena ibu akan pergi ke luar negeri untuk mencari nafkah, aku menangis dan
menarik-narik baju ibuku agar ibuku tidak pergi ke luar negeri untuk
meninggalkanku dan keluargaku. Aku pun menangis tiada henti karena aku tidak
menyangka ibu akan meninggalkanku pergi ke luar negeri. Sampai akhirnya aku
sadar ternyata tujuan ibu ku pergi ke luar negeri karena aku tahu uang hasil
jualan dan kerja hasil bapak ku tidak mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
Sungguh mulia ibu ku, ia mengambil keputusan yang baik demi untuk aku dan
keluargaku.
Awal mulai masuk TK aku diantarkan dan ditemani oleh budhe ku karena bapak ku kebetulan sibuk bekerja dan aku belum terbiasa sendiri. Semenjak itu aku bergantian aku dirawat dan diasuh oleh budheku sendiri. Ketika pulangpun aku makan dirumahnya budhe, karena dirumah juga aku sendiri, bapak ku kerja dan kakak ku pun sekolah. Budhe ku juga seorang yang sayang padaku ia mau merawatku dan selalu memberikan uang ketika aku pingin beli jajan. Budhe ku lah yang selalu peduli dan memerhatikanku seperti anaknya sendiri. Terkadang ketika malem hari waktu aku, kakak dan bapak berkumpul, mereka selalu mengajak bercandaan dan hiburan. Mungkin inilah cara mereka menghiburku agar bisa mengurangi kesedihan terhadapku. Namu rasa kangen ku terhadap ibu ku pun sangat dalam, dan aku selalu mengirim kan surat untuknya agar aku bisa bertemu dengan ibu ku lagi.
Waktu
demi waktu pun berjalan setelah aku mulai mandiri dengan semunya, di SD kelas 3
entah aku tak tau mungkin tuhan mengabulkan permohonanku, ketika aku pulang
sekolah ibu ku sudah didepan rumah. Aku pun langsung memeluknya dan senang
sekali aku melihatnya. Tapi ibuku cuma 2 bulan dirumah, bagiku itu tak apa-apa
yang penting bisa bertemu ibu kembali. Terkadang aku masih malu untuk minta
uang padanya karena 3 tahun lebih ditinggalkannya. Ibu ku ternyata masih ingat
apa masakan kesukaan ku dan selalu masakin buat aku. Sampai akhirnya 2 bulan
dilewati aku bisa bertemu dan bertatap muka langsung dan canda tawa dengan ibu ku, kini ia harus
berangkat lagi ke luar negeri, aku sempet menangis sedih karena hanya cuma
sebentar aku bertemu dengan ibu. Tapi ibu janji nantinya akan pulang 3 tahun
lagi, aku pun senang mendengarnya.
Aku
mulai belajar hidup mandiri sejak itu, mulai mencari makan sendiri dan nyuci
baju sendiri. Karena aku tau aku harus berjuang untuk ibu, karena ibu juga
berjuang untuk masa depanku.
Tapi justru kemandirian ku waktu itu malah menjadi bocah nakal sering main, sering berantem sama temen dan juga sering berkelahi. Sampai akhirnya ibu ku menelepon dan menasehatiku akan kenakalanku. Akhirnya aku sadar dan tidak mengulanginya lagi. 3 Tahun berlalu akhirnya ibuku pulang kembali ke rumah, waktu itu aku kelas 6 SD. Mungkin sudah direncanakan sebelumnya, ketika ibuku pulang saat itu bebarengan aku di sunat kan. Mungkin rasa sakit sunat ku tidak begitu terlalu sakit karena di dampingi oleh sesosok ibu yang selalu mendoakanku dan merawatku. Aku selalu bersyukur sunatku masih di dampingi oleh ibu semoga saja acara nikahanku nanti juga di dampingi oleh ibu lagi. Amin J
Tapi justru kemandirian ku waktu itu malah menjadi bocah nakal sering main, sering berantem sama temen dan juga sering berkelahi. Sampai akhirnya ibu ku menelepon dan menasehatiku akan kenakalanku. Akhirnya aku sadar dan tidak mengulanginya lagi. 3 Tahun berlalu akhirnya ibuku pulang kembali ke rumah, waktu itu aku kelas 6 SD. Mungkin sudah direncanakan sebelumnya, ketika ibuku pulang saat itu bebarengan aku di sunat kan. Mungkin rasa sakit sunat ku tidak begitu terlalu sakit karena di dampingi oleh sesosok ibu yang selalu mendoakanku dan merawatku. Aku selalu bersyukur sunatku masih di dampingi oleh ibu semoga saja acara nikahanku nanti juga di dampingi oleh ibu lagi. Amin J
Tahun
berganti tahun terus berjalan sampai aku lulus SD, lulus SMP, dan lulus SMA.
Seperti biasa ibu ku selalu pulang 3 tahun sekali. Dan sekarang alhamdulillah
aku bisa kuliah dengan jurusan yang aku inginkan, aku tau semua itu berkat ibu
yang selalu bekerja keras demi untuk ku. Ternyata ibu ku selama ini pergi ke
luar negeri hanya untuk kebahagiaan anaknya. Ibuku lebih baik mengambil
keputusan yang terbaik selama ini, walau pun jarang ketemu tapi itu adalah
suatu cara demi kebahagiaan anaknya nanti. Mungkin kalo ibuku tidak pergi kesana,
aku mungkin sudah tidak kuliah seperti ini. Ibu ku memang terbaik buatku. Aku
sayang sekali sama ibuku. Mungkin sekarang aku belom bisa membahagiakan nya dan
membalas budi apa yang ibu berikan semua nya padaku. Tapi aku akan selalu
berjuang dan bekerja keras, aku tidak mau menyia-nyiakan perjuangan ibu ku. Aku
harus bisa membahagiakan beliau walaupun itu tak seberapa bagi nya. TUNGGU
ANAKMU INI SUKSES YA BU J
Saran dari aku :
Jangan
sesekali membantah apa yang diperintah oleh ibu mu, ibu mu itu berjuang
mati-matian hanya untuk mu, ia rela melakukan apa saja demi kebaikan anaknya.
Maka dari itu jangan sia-sia kan pengorbanan dan perjuangan ibu mu selama ini.
Kalian sudah besar mana tau yang baik dan tau mana yang buruk. Jadi pilihlah
jalan terbaik agar kamu bisa membahagiakan ibumu. Ingat ! SURGA ADA DI TELAPAK
KAKI IBU J
Created by : Afrizal Dwi Wijanarko
Afrizal Dwi Wijanarko
Afrizal Dwi Wijanarko
Etika Berinternet
Kebaikan : Untuk memudahkan berkomunikasi dengan pengguna lainnya, mempermudah mencari/ memperoleh informasi dan pertukaran data, memudahkan bertransaksi dan berbisnis dalam perdagangan, mendapat banyak teman didunia maya.
Keburukan : Kecanduan bermain game dan kecanduan aplikasi chat online sampe lupa waktu, penggunaan cheat (kecurangan) dalam game maupun aplikasi lainnya.
Untuk lebih lengkapnya tentang etika berinternet silahkan bisa [Klik Disini]
Kebaikan : Untuk memudahkan berkomunikasi dengan pengguna lainnya, mempermudah mencari/ memperoleh informasi dan pertukaran data, memudahkan bertransaksi dan berbisnis dalam perdagangan, mendapat banyak teman didunia maya.
Keburukan : Kecanduan bermain game dan kecanduan aplikasi chat online sampe lupa waktu, penggunaan cheat (kecurangan) dalam game maupun aplikasi lainnya.
Untuk lebih lengkapnya tentang etika berinternet silahkan bisa [Klik Disini]
Afrizal Dwi Wijanarko




